Oleh Dennis Ramadhan Perang antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun. Suara tank masih mengaum di jalanan, suara artileri dan tembakan senjata masih sangat terdengar jelas. Masyarakat masih dihantui oleh perang yang tak berkesudahan ini. Jutaan personel militer dan warga sipil telah menjadi korban akibat tragedi kemanusiaan terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Ukraina secara konsisten menunjukkan keinginannya untuk melakukan gencatan senjata bahkan berdamai dengan Rusia. Namun, pihak Rusia berulang kali mencoba memperpanjang perang dan selalu mengelak untuk melakukan gencatan senjata. Padahal, Presiden Zelenskyy dan Trump sepakat bahwa perang yang tak berkesudahan ini harus segera dihentikan. Sejak tahun 2022, kedua belah pihak telah berulang kali melakukan proses negosiasi damai. Namun, hingga saat ini upaya negosiasi dan mediasi yang dilakukan masih belum menemui jalan terang. Ukraina sebagai p...
Oleh Dennis Ramadhan Awal bulan Desember menandai akhir dari tahun 2025. Namun, situasi di Asia Pasifik, khususnya di Asia bagian timur, masih sangat panas. Baru-baru ini dikabarkan bahwa Cina mengerahkan sebanyak kurang lebih 100 kapal perang ke wilayah Laut Kuning, tepatnya di area Laut Cina Timur. Tidak diketahui secara pasti apa motivasi Cina melakukan hal tersebut, namun pengamat berspekulasi bahwa Cina ingin menunjukkan kepada dunia kekuatan maritimnya. Angkatan Laut Cina (PLAN) diketahui memiliki sekitar 370 aset militer laut, meliputi kapal perang, kapal selam, dan aset maritim lainnya. Jumlah aset maritim ini melampaui yang dimiliki oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dari segi kuantitas kapal. Pengerahan sebanyak 100 kapal perang Cina ke Laut Kuning ini cukup mengkhawatirkan negara-negara di kawasan regional. Tokyo, Taipei, dan Washington terus memonitor keadaan di Laut Kuning serta meningkatkan kesiapsiagaan terkait ...